Home - Arsitektur - Mengenal Alun-Alun Tugu, Peraih Taman Terbaik Nasional
Wajah Alun-Alun Tugu (dulu bernama Taman JP Zoen Coen) saat masa kolonial Belanda. (sumber: Koleksi Tropen Museum Belanda)

Mengenal Alun-Alun Tugu, Peraih Taman Terbaik Nasional

Kota Malang perlu berbangga hati. Dari sekian banyak taman yang dimiliki, Alun-Alun Tugu atau kadang disebut Taman Tugu berhasil menyabet prestasi sebagai Taman Terbaik Nasional 2015. Penghargaan tersebut diserahkan dari Pemerintah Pusat kepada Walikota Malang, H.M Anton atau akrab disebut Abah Anton bersamaan dengan diraihnya Piala Adipura. MalangMbiyen.com akan menceritakan kembali sejarah taman terbaik nasional tersebut.

Muhammad Zulfikar Akbar, MalangMbiyen.com

TAMAN yang terletak di depan gedung balaikota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang ini memang punya sejarah panjang. Sejak Indonesia atau Hindia Belanda waktu itu dipimpin oleh Jenderal Pieter Zoen Coen, taman ini menjadi aksesori keindahan gedung kegubernuran yang saat ini menjadi balaikota itu.

Namanya pun bukan Taman Tugu atau Alun-Alun Tugu seperti saat ini, tapi bernama Taman J.P. Zoen Coen. Bentuknya yang terbuka, belum dikelilingi oleh pagar, dan hanya diisi dengan beberapa pohon sejenis cemara dan air mancur ini menjadi tempat para pejabat pemerintahan waktu itu bersantai.

Hingga setahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 17 Agustus 1946, masyarakat pribumi Malang menuntut digantikannya struktur kepemimpinan waktu itu agar dipimpin oleh orang Indonesia. Pada waktu itu juga, diletakkan pula batu pertama pembangunan Monumen Tugu oleh Presiden RI waktu itu, Ir Soekarno dan AG Suroto. Tapi kemudian pada Agresi Militer Belanda I, monumen ini dihancurkan oleh Belanda, dan pada 1953 monumen ini dibangun dan diresmikan kembali oleh Ir Soekarno.

Presiden RI waktu itu, Ir Soekarno saat meresmikan Taman Tugu. (sumber: blog.ub.ac.id)
Presiden RI waktu itu, Ir Soekarno saat meresmikan Taman Tugu. (sumber: blog.ub.ac.id)

Kini, Taman Tugu bertransformasi menjadi taman yang indah. Dengan berbagai vegetasi fauna yang tumbuh disekitar kolam air mancur, ditambah dengan tatanan yang menarik, lengkap dengan jogging track dan tempat bersantai. Meskipun sempat menuai pro kontra dengan dipasangnya bunga plastik yang saat malam hari berfungsi sebagai penerangan, namun salahsatu taman legendaris di Malang ini menjadi kebanggaan bagi arek ngalam. Selamat buat Alun-Alun Tugu Malang. (mza)

Diolah dari : Media Center Kota Malang

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …