Home - Kuliner - Puthu Lanang: Rasa Mendunia, Harga Tetap Pasaran
Puthu Lanang, kuliner legendaris dari Malang. (sumber: hobingunyah.com)

Puthu Lanang: Rasa Mendunia, Harga Tetap Pasaran

Kuliner masih menjadi suatu bahan perbincangan yang menarik hingga saat ini. Tim Malangmbiyen.com kali ini akan mengajak pembaca untuk mengenal makanan pasaran yang ternyata tidak hanya laku di kelas nasional tapi juga sudah ke mancanegara. Nama makanan pasaran itu adalah Puthu Lanang.

Abdul Jalil Mursyid, MalangMbiyen.com

PUTHU lanang, makanan legendaris asli malang ini merupakan makanan yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan hingga saat ini Puthu Lanang ini sudah merambah ke kelas internasional dalam penjualannya.

“Puthu ini sudah sampai ke Australia, Amerika, Hongkong, dan negara-negara lainnya,” jelas Siswidjo, pemilik usaha Puthu Lanang tersebut.

Kuliner kelas internasional ini sudah banyak dinikmati oleh orang-orang penting. Tidak hanya itu, mereka juga sering kali mendapatkan pesenan dari kantor-kantor, acara  universitas-universitas, acara  pernikahan-pernikahan dan lain sebagianya.

“Kita juga pernah melayani keluarga cendana (Soeharto, red.) sebanyak 4 kali,” tutur anak bungsu itu.

Meskipun sudah mendunia tapi jangan heran harganya tidak ‘mendunia’. Harga per porsinya adalah Rp 10ribu ini sudah termasuk menu apapun.

“Kami menyediakan banyak menu, seperti ongol-ongol, bledus, lupis dan makanan pasar lainnya,” lanjutnya.

Omzet yang dihasilkan juga tidak sedikit dari usaha kecil ini, per bulannya sekitar 30-40 juta rupiah.

“Jika dibandingkan dengan orang yang ada di DPR sana saya dan keluarga masih bisa menyaingi lah,” ujar Siswidjo sambil tertawa.

“Makanan tradisional sampai kapanpun tidak akan pernah kalah dengan makanan modern, karena sejatinya makanan tradisional lah yang melekat dengan lidah orang Indonesia,” jelas Siswidjo menutup perbincangan kami sore itu. (ajm/mza)

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …