Home - Ngalam Saiki - Makam Dinger, Objek Sejarah yang Terlupakan
Keadaan Makam Dinger Mei 2015. (sumber: pwgara.wordpress.com)

Makam Dinger, Objek Sejarah yang Terlupakan

BATU, MalangMbiyen.com – Di Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu terdapat satu makam yang cukup tua. Makam yang diketahui bernama Makam Dinger ini merupakan satu dari sekian banyak objek sejarah yang ada Di Kota Batu. Namun sayang, kondisinya saat ini kurang terawat.

Dilansir dari MalangTimes.com, bangunan tersebut merupakan tempat pemakaman Dinger yang meninggal pada tahun 1917. Dinger, menurut cerita masyarakan setempat merupakan seorang tuan tanah di wilayah setempat yang cukup disegani. Bangunan bersejarah tersebut terlihat mulai retak, dan cat sudah banyak yang terkelupas ditambah dengan dinding yang mulai berlumut. Selain itu, rumput liar hampir tumbuh disekeliling makam tersebut, yang seolah menambah nuansa angker dari bangunan tersebut.

Deni Irianus Umboh, salah satu warga yang mengaku sudah lama menjaga makam tersebut mengatakan jika bangunan bersejarah itu sudah banyak bagian yang hilang.

“Dulunya bangunan itu dikelilingi oleh kolam, tapi sekarang sudah hilang karena sebagian digunakan untuk pertanian,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika beberapa kali makam tersebut menjadi obyek foto pre wedding, dan tak hanya itu saat liburan sering terlihat ada wisatawan yang melihat makam Dinger tersebut.

“Pada saat sabtu minggu kadang jadi tempat foto-foto oleh anak-anak muda,” katanya.

Ia juga berharap makam Dinger ini bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Batu.

“Semoga pemerintah bisa memperihatikan lebih pada bangunan bersejarah ini,” tambahnya.

Sementara itu Endik, salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tulungrejo juga berharap agar Makam Dinger bisa menjadi obyek wisata bersejarah di Kota Batu.

“Bangunan bersejarah itu (makam dinger) bisa menarik wisatawan untuk berkunjung di Kota Wisata Batu, hal itu juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya. (mza)

 

Sumber: MalangTimes.com

Check Also

Wisata Legendaris Singosari (3-Habis): Kasurangganan, Warisan Lama dalam Kitab Negarakertagama

Perjalanan kami masih berlanjut. Menuju arah barat, menempuh perjalanan enam kilometer dari Candi Singosari menuju satu …