Home - Seni Budaya - Ragam Seni Malangan yang Wajib Umak Tahu!
(alghifaryindra.wordpress.com)

Ragam Seni Malangan yang Wajib Umak Tahu!

Selain dikenal sebagai kota yang dingin, Malang diimbangi atmosfer kehangatan ragam budayanya. Sebagai kota yang memiliki kekayaan etnis dan budaya, Kera Ngalam perlu kiranya lebih mengenal daftar kebudayaan Malangan berikut. Redaksi MalangMbiyem.com merangkumnya untuk Nawak sekalian!

Ade Chandra Sutrisna, MalangMbiyen.com

Topeng Malangan

(alghifaryindra.wordpress.com)
(alghifaryindra.wordpress.com)

MUNGKIN Umak sudah tidak asing dengan kesenian Wayang Topeng Malang (Topeng Malangan). Kesenian ini merupakan hasil peleburan tiga budaya; Jawa Tengahan yang hidup di lereng Gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng Gunung Arjuna, dan sub kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru.

Tari Topeng mulai muncul sejak  1898 dengan dua dalang pertamanya, yaitu Mbah Reni dan Mbah Gurawan. Sementara itu, pembuat topeng Malang yang terkenal hingga saat ini adalah Mbah Karimun yang berasal dari Pakis Saji, Kabupaten Malang.

Beberapa ragam hias Topeng Malang diantaranya ragam hias Urna (pada bagian kening), dahi (yang menunjukan kebangsawanan berupa bunga melati, kantil atau teratai), dan Jamang (tutup kepala). Warna pada topeng Malang sendiri memiliki arti, yaitu putih yang melambangkan kemuliaan, warna hijau yang melambangkan watak ksatria, dan warna merah yang melambangkan raksasa dan angkara murka.

Tari Topeng Malangan

(alghifaryindra.wordpress.com)
(alghifaryindra.wordpress.com)

Tari Topeng merupakan kesenian berirama dengan iringan musik sebagai penyelaras gerakan. Keindahan liyukan penarinya menyiratkan beragam makna kehidupan.

Kedungmonggo, sebuah Dusun di kaki Gunung Kawi merupakan salah satu daerah persebaran seni Tari Topeng Malang. Kondisi daerah Malang secara eksternal Malang juga didukung dengan polesan konstruksi budaya Hindu-Jawa di sekitar dusun Kedungmonggo. Mengingat akar sejarah kemunculan Tari Topeng adalah hasil ritual kebudayaan Hindu.

Ludruk Malang

Ludruk Malang terlahir dari perjuangan masyarakat selama masa penjajahan. Oleh karena itu, lakon, cerita, maupun latar belakang tempat dan waktu selalu merujuk pada kehidupan sehari-hari saat masa perjuangan.

Kesenian ludruk mulai tumbuh di Malang sejak tahun 1930, saat kelompok ludruk pertama bernama ludruk “Ojo Dumeh” dibentuk oleh Abdul Madjid. Setelah itu ludruk-ludruk lain mulai bermunculan di Kota Malang.

Namun saat ini, hanya tersisa sedikit saja kelompok ludruk yang masih aktif di kota Malang. Hal ini dikarenakan banyaknya pemain ludruk yang beralih profesi, tempat pementasan yang minim, serta kurangnya perhatian dari banyak pihak untuk melestarikan budaya ludruk ini. (acs/mza)

 

Nawak Ngalam duwe informasi unik dan menarik tentang Malang jaman dulu? Ayo bagi informasinya bersama kami melalui email ke redaksi@malangmbiyen.com atau hubungi kami di 0823-3670-7950. Nuwus Ker!

 

Sumber tulisan:

https://dymasgalih.wordpress.com/kota-malang/budaya-malang/

https://alghifaryindra.wordpress.com/2013/10/10/48/

http://www.merdeka.com/khas/mengenal-kesenian-tradisional-malang-malang-kembali-2012-1.html

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …