Home - Seni Budaya - Rekomendasi Tempat Buat Umak Sinau Seni & Budaya Malangan
(bangunasmoro.blogspot.com)

Rekomendasi Tempat Buat Umak Sinau Seni & Budaya Malangan

MUNCULNYA media daring atau yang biasa kita sebut internet pada dekade 90-an, membuat laju informasi semakin tidak terbendung. Informasi berseliweran kesana-kemari tanpa bisa dipertanggungjawabkan benar dan salahnya. Kendati demikian, banyaknya informasi memudahkan manusia menjalani kehidupannya. Di sisi lain, media daring menjadikan manusia sangat minim bersosialisasi di ruang-ruang publik yang ada.

Sebagai Kera Ngalam, tentu kita mengenal betul identitas daerah nawak dewe. Informasi seputar Ngalam dengan mudahnya bisa kita temukan di media daring ini. Mulai dari seni, budaya, kuliner, sejarah dan informasi-informasi seputar Malang. Melalui mesin pencari seperti Google, redaksi MalangMbiyen.com menjumpai sekitar 1,7 juta hasil untuk kata kunci “Seni dan Budaya Malangan”.

Meski demikian, pentingnya memanfaatkan ruang-ruang publik memiliki dampak psikologis dan sosial yang baik. Hal ini bisa diterapkan pada anak dan generasi sebagai bentuk edukasi dalam usaha mewariskan semangat dan cita-cita Arek Malang (Arema).

Redaksi MalangMbiyen.com merangkum sejumlah tempat yang bisa dijadikan umak sinau seni dan budaya Malangan.

Ade Chandra Sutrisna, MalangMbiyen.com

Taman Krida Budaya Jawa Timur

(malangonline.com)
(malangonline.com)

Tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “Bantengan” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat malang namun baru sekaranglah “Bantengan” lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan. Hal ini sangat perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat. Belajar pada pengalaman – pengalaman yang sebelumnya agar tidak diakui oleh pihak – pihak yang kurang bertanggung jawab seperti Reog Ponorogo yang telah diakui oleh negara lain maka patutlah kita melegalkan dimata dunia bahwa ini adalah murni kesenian Indonesia.

Bangunan Tua Bersejarah

(malangonline.com)
(malangonline.com)

Kawasan Ijen, siapa yang tidak kenal dengan tempat itu, karena itu telah menjadi trademark Kota Malang. Bangunan kota yang tertata rapi dan juga jalannya yang membuat nyaman berkendara ataupun berjalan kaki. Sayang, saat mulai di renovasi dan di ubah ke bangunan yang lebih modern. Di Kota Malang selain kawasan Ijen terdapat banyak sekali bangunan tua, seperti toko es Krim Oen, Gereja Kayu Tangan, Rumah Makan Inggil, Wisma Tumapel, Balai Kota dan lain-lain.

Sanggar Asmoro Bangun

(bangunasmoro.blogspot.com)
(bangunasmoro.blogspot.com)

sanggar yang terletak di Dusun Kedung Monggo, Desa Karang Pandan, Kecamatan Pakisaji, Malang ini biasanya digelar pertunjukan wayang topeng. Biasanya, pertunjukan Topeng Malangan digelar 36 hari sekali atau setiap Senin Legi (Senin Manis, red).

Konon, dipilihnya Senin Legi karena untuk memperingati adat buka desa pertama kali, yaitu desa tempat berdirinya sanggar tersebut. Pertunjukan biasanya digelar malam hari sekitar jam 19.00 dengan durasi waktu 2 jam. Lakon yang diangkat biasanya adalah kisah Panji Asmarabangun, Ngalamers.

Selain menampilkan pertunjukan Topeng Malangan, Sanggar Asmoro Bangun juga memberikan kursus tari kepada anak-anak. Biasanya pelatihan tari dilaksanakan setiap hari Minggu.

Kampung Cempluk

Kampung Cempluk merupakan suatu daerah yang sangat kecil dari sebuah Dusun, tepatnya ada di Dusun Sumberjo RW.02 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Dusun Sumberjo merupakan suatu dusun yang sangat dekat dengan wilayah Kota Malang karena merupakan dusun paling ujung Timur Desa Kalisongo. Di kampung inilah cikal bakal kesenian budaya daerah dilahirkan. Untuk kembali mengingat lahirnya budaya daerah di Malang, secara swadaya masyarakat Desa Kalisongo menggelar festival kampung cempluk.

(gpswisataindonesia.blogspot.com)
(gpswisataindonesia.blogspot.com)

 

Sumber tulisan:

http://halomalang.com/serba-serbi/sanggar-asmoro-bangun-pertahankan-warisan-budaya-topeng-malangan

https://dymasgalih.wordpress.com/kota-malang/budaya-malang/

https://alghifaryindra.wordpress.com/2013/10/10/48/

http://mediamalang.com/ayo-belajar-seni-dan-budaya-di-kampung-cempluk/

 

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …

  • Mita Wahyuningsih

    boleh kali ya ikutan belajar di Sanggar Asmoro Bangun?

    • Bisa banget 🙂 Yuk simak informasi lainnya di malangmbiyen.com