Home - Wisata - Wisata Legendaris Singosari (2): Pemandian Sejarah yang Tersembunyi
Ilustrasi Mpu Gandring. (sumber: mochragil.devianart.com)

Wisata Legendaris Singosari (2): Pemandian Sejarah yang Tersembunyi

Berbeda dengan Watu Gede yang letaknya di pinggir jalan, kali ini kami berpetualang memasuki area persawahan yang ditumbuhi oleh pepohonan. Kami menerobos jalan setapak melewati puluhan anak tangga yang licin demi mengetahui peninggalan Singosari lainnya. Pemandian Kedung Biru, inilah pemandian yang kami temui, pemandian yang juga ada pada masa Kerajaan Singosari.

Abdul Jalil Mursyid, malangmbiyen.com

MEMASUKI area pemandian, kami disuguhkan dengan wewangian. Setelah ditelusuri, ternyata wangi tersebut berasal dari tanaman Pandan yang terbentang di bawah pemandian. Pemandian Kedung Biru terdiri atas dua kolam, di sebelah kolam tersebut terdapat sebuah pendopo yang menghadap langsung pada aliran sungai dan kumpulan tumbuhan pandan tadi. Sebelah kiri pendopo terdapat batu besar yang seolah hendak jatuh.

Nuryadi menceritakan bahwa Pemandian Kedung Biru dikenal juga dengan sebutan Boto Roboh.

“Sejarah Pemandian Kedung Biru disebut Pemandian Boto Roboh karena dahulu warga menemukan sebuah candi di area ini, namun bata penyusun bangunan candi runtuh, sehingga disebut Boto Rubuh yang artinya bata jatuh,“ terang lelaki yang sering mempelajari candi-candi di Malang tersebut.

Letak pemandian yang tersembunyi dan gelap kerap menciptakan kesan mistis. Ternyata, pemandian tersebut menyimpan sejarah dari Mpu Gandring. Toyib, pengelola pemandian yang kami temui di Watu Gede, menceritakan bahwa pemandian-pemandian peninggalan dari Kerajaan Singosari memiliki sejarahnya masing-masing. Jika Pemandian Watu Gede memiliki sejarah tentang Kendedes, maka Pemandian Kedung Biru menyimpan sejarah keris Mpu Gandring.

Toyib juga menjelaskan bahwa di sekitar pemandian Kedung Biru pernah berdiri kediaman Mpu Gandring. Pemandian tersebut pula pernah dimanfaatkan oleh Mpu Gandring dalam melakukan ritual.

“Kedung Biru merupakan pemandian yang pernah digunakan oleh Mpu Gandring untuk mencuci keris yang dianggap sakral oleh warga Singosari zaman dulu,” terang pengelola tersebut.

Terdapat seuntai keunikan yang tersimpan di Pemandian Kedung Biru. Toyib menceritakan bahwa pemandian tersebut dahulu memiliki satu mata air berwarna biru yang mengandung racun, namun saat ini mata air tersebut telah hilang.

“Saat ini mata air biru tidak pernah terlihat, namun akan muncul jika terdapat ritual tertentu di pemandian Kedung Biru,” tambah Toyib. (bersambung)

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …