Home - Wisata - Candi Singosari, Bukti Kejayaan Malang Masa Lampau
Candi Singosari yang berbentuk menara ini masih berdiri kokoh hingga saat ini. (Zulfikar/MalangMbiyen.com)

Candi Singosari, Bukti Kejayaan Malang Masa Lampau

Sejak Abad ke-4, Indonesia sudah memiliki kerajaan pertama yakni Kerajaan Hindu Kutai di Kalimantan Timur. Sejak itu, mulai muncul kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di berbagai daerah di Indonesia, salahsatunya Kerajaan Singosari yang berdiri sejak Abad ke-13.

Banyak peninggalannya hingga saat ini tersebar di berbagai tempat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, salahsatunya Candi Singosari. Perjalanan kali ini akan melihat dan mengingat kembali sejarah kerajaan yang didirikan Ken Arok dari Candi yang atapnya konon belum selesai dibangun saat kerajaan tersebut runtuh.

Muhamamad Zulfikar Akbar, MalangMbiyen.com

CANDI yang berjarak 10 KM dari pusat Kota Malang ini memberikan bukti tegas jika Kerajaan Singosari pernah berjaya di masanya. Untuk mencapai candi yang dibangun oleh raja terakhir Singosari yakni Kertanegara cukup mudah. Dari Terminal Arjosari Malang menggunakan angkot warna hijau jalur Arjosari-Lawang dengan tarif sekitar Rp3ribu.

Selanjutnya untuk menuju Candi tersebut, sudah tersedia ojek di depan gerbang yang bisa membawa anda dengan tarif sekitar Rp10ribu, atau dengan jalan kaki kurang lebih 500 meter.

Sesampainya di Candi Singosari, pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu dan membayar uang perawatan seikhlasnya. Pengelola Candi Singosari tidak mematok biaya untuk memasuki bangunan bersejarah ini. Jika anda ingin mengetahui lebih lengkap tentang Candi Singosari, pengunjung juga dapat membeli buku sejarah Candi Singosari yang dijual hanya Rp10ribu.

Ketika memasuki area candi yang berbentuk seperti menara tersebut, banyak berjejer arca-arca yang beberapa masih awet dan beberapa ada yang sudah rusak. Arca-arca ini sebagian besar bukan berasal dari Candi Singosari, melainkan dari tempat-tempat lainnya di sekitar Candi Singosari.

Ketika memasuki Candi, pengunjung sudah dihadapkan dengan ruangan yang dipercaya sebagai makam Kertanegara. Ketika melakukan penelusuran, ditemukan banyak kembang-kembang dan lilin dupa di dalam ruangan tersebut.

Mencoba memasuki ruangan-ruangan berikutnya di dalam Candi, beberapa ada yang kosong karena arcanya dipindahkan di jejeran arca di areal gerbang pintu masuk candi. Namun, hanya satu yang sengaja masih tersimpan disana, salahsatunya arca Syiwa Maha Guru.

Arca Syiwa Maha Guru. (Zulfikar/MalangMbiyen)
Arca Syiwa Maha Guru. (Zulfikar/MalangMbiyen)

Arca dengan bentuk mirip seorang lelaki tua yang berjenggot, tampak memakai sorban, dan tangan yang sudah terlihat rusak ini masih kokoh berdiri di salahsatu sudut ruangan dalam Candi. Syiwa Maha Guru merupakan salahsatu murid dari Dewa Syiwa yang turun ke Bumi.

Usai mengelilingi candi, Pengunjung bisa beristirahat di bawah pohon-pohon Kelapa maupun pohon Maja. Pohon Maja atau buah Maja merupakan buah yang tumbuh subur di sekitar areal Candi Singosari. Dari buah Maja inilah, nama kerajaan Majapahit tercipta. Buah ini berbentuk seperti melon dengan warna hijau, namun di dalam buahnya bewarna jingga atau kuning dengan rasa yang pahit.

Pohon Maja dengan buahnya yang berada di komplek Candi Singosari. (Zulfikar/MalangMbiyen.com)
Pohon Maja dengan buahnya yang berada di komplek Candi Singosari. (Zulfikar/MalangMbiyen.com)

Meskipun ini tempat yang bersejarah, ternyata minat masyarakat untuk berwisata ke tempat ini masih minim. Menurut petugas penjaga candi, kurang lebih sekitar 50-60 orang perhari mengunjungi candi yang direstorasi oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1937.

“Kebanyakan pengunjungnya dari pelajar atau mahasiswa yang studi tur saja,” kata petugas penjaga candi.

Namun, kenaikan jumlah pengunjung baru terjadi terutama saat liburan sekolah atau hari besar yang bisa mencapai 100 orang perharinya.

“Candi Singosari ini harus terus terjaga dan terawat, mas. Ini kan bagian dari sejarah Indonesia,” kata warga setempat. (mza)

Check Also

Makam Dinger, Objek Sejarah yang Terlupakan

BATU, MalangMbiyen.com – Di Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu terdapat satu makam …