Home - Wisata - Museum Malang Tempo Doeloe: Petualangan Menelusuri Sejarah Malang
Tampak depan Museum Malang Tempo Doeloe. (Zulfikar/MalangMbiyen)

Museum Malang Tempo Doeloe: Petualangan Menelusuri Sejarah Malang

Mempelajari sejarah Malang, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi museum yang satu ini. Museum Malang Tempo Doeloe (MTD). Museum yang letaknya tidak jauh dari dari pusat pemerintahan Kota Malang -tepatnya di Jalan Gajahmada 2- terbilang cukup lengkap. Mulai dari zaman pra sejarah hingga masa pendudukan Jepang bisa anda temukan disini.  Cukup dengan membayar biaya retribusi sebesar 15 ribu rupiah, redaksi MalangMbiyen.com Minggu (13/12) lalu dapat merasakan atmosfer sejarah Malang yang sebenarnya.

Ade Chandra Sutrisna, MalangMbiyen.com

GEDUNG yang dibagi menjadi dua bagian, yakni Ruang Pra Sejarah dan Ruang Ekskavasi, menjadikan Museum tempo dulu digadang sebagai museum wisata sejarah Malang terlengkap berdasarkan pembagian waktunya. Sepanjang wahana kita seolah dipandu melewati mesin waktu. Jalan berupa lorong-lorong membawa pengunjung ke atmosfer nostalgia dari satu masa ke masa yang lainnya.

Pertama, kita langsung diarahkan melewati ruang Pra sejarah yang berisikan informasi tipologi geografis wilayah Malang. Tampak atas, wilayah Malang seperti sebuah cawan yang dikelilingi gunung-gunung. Keadaan ini ternyata sudah terbentuk sejak 1 juta 500 ribu tahun lalu.

Hasil penelitian tentang asal muasal terjadinya wilayah Malang memberikan bukti-bukti, pada masa pra sejarah (Malang Purba) merupakan lingkungan lava beku dan aliran lahar panas. Karena terisi air hujan, lambat laun lava beku dicekungan ini berubah menjadi danau purba. Karena peristiwa alam, terbentuklah lembah Sungai Brantas dan mengalirkan danau purba tersebut kearah selatan (Blitar, Tulungagung, Kediri) dan bermuara di delta Brantas di utara.

Proses geologi wilayah Malang ini, kemudian diikuti munculnya kehidupan-kehidupan masa pra sejarah. Bukti yang dapat ditunjukan, berupa peninggalan-peninggalan pra sejarah yang diketemukan. Antara lain fosil-fosil binatang purba seperti tanduk kerbau purba yang dipajang di balik kaca display.

Museum ini juga dilengkapi diorama yang dapat dirasakan bahkan disentuh oleh pengunjung. Seperti pada sebuah diorama proses kerja seorang Arkeolog menemukan sebuah Arca. Pengunjung juga bisa merasakan laku menjadi seorang tahanan perang di wahana Masa Pendudukan Jepang. Seolah-olah pengunjung benar-benar menjadi bagian dari sejarah tersebut.

Sungguh cantik di akhir petualangan, kita diajak bernostalgia dengan berbagai benda-benda dan makanan jadul (jaman dulu, Red.) yang mungkin sempat anda rasakan di masa lalu.  Lebih lengkapnya, kunjungi sendiri Museum Malang Tempo Doeloe untuk merasakan atmosfer sebenarnya Malang tempo dulu. (acs/mza)

Check Also

Masih Bertahan, Kantor Perbendaharaan Negara

UMAK sering uklam-uklam nag alun-alun? Mungkin objek yang sering ditemui ialah Masjid Jami’ atau gereja, bahkan …